Senin, 27 April 2015

MANUSIA DAN PENDERITAAN

Pengertian Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa

sansekerta dara artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung

atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan dapat berupa

penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realitas

manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada

Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas

penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum

tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan

merupakan energi untuk bangkit kembali bagi seseorang, atau sebagai langkah

awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.Berbagai kasus penderitaan

terdapat dalam kehidupan.

Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan liku liku kehidupan

manusia. Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi dengan cara

medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya, sedangkan penderitaan psikis,

penyembuhan nya terletak paa kemampuan si penderita dalam menyelesaikan

soal-soal psikis yang dihadapinya.

Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga

berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah

penderitaan. Siksaan yang sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian,

ketakutan. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut

phobia.banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain :

claustrophobia dan agoraphobia, gamang, ketakutan, kesakitan, kegagalan.

Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu

gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi,

dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat

tingkah lakupercaya bahwa suatu phobia adalah problem nya dan tidak perlu

menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan.

Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh

karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat

keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.

Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental.

Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat

ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga

yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.

Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :

1. nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam,

nyeri pada lambung

2. nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati,

apatis, cemburu, mudah marah

Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :

1. Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita baik

jasmani maupun rohani.

2. Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif

3. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang

3bersangkutan mengalami gangguan.

Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental :

1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang

2. Terjadinya konflik sosial budaya.

3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang

berlebihan terhadap kehidupan sosial.

Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan

 Positif, trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai usaha agar

tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut, ataupun

melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya.

 Negatif, trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan

mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapai nya apa yang

Bentuk frustrasi antara lain :

1. Agresi berupa kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tak

terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hipertensi atau tindakan

sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.

2. Regresi adalah kembali pada pola perilaku yang primitif atau ke kanak-

3. Fiksasi; adalah peletakan pembatasan pada satu pola yang sama (tetap)

misalnya dengan membisu.

4. Proyeksi; merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan

dan sikap-sikap sendiri yang negatif kepada orang lain.

5. Identifikasi; adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam

6. Narsisme; adalah self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan

merasa dirinya lebih superior dari paa orang lain.

7. Autisme; ialah menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau

berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasinya sendiri yang

dapat menjurus ke sifat yang sinting.

Penderitaan kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :

2. anak-anak muda usia

4. orang yang tidak beragama

5. orang yang terlalu mengejar materi

Apabila kita kelompokan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya

penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :

1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.

2. Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan

Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh

bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap

positif ataupun sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak

bahagia, sikap kecewa, putus asa, atau ingin bunuh diri. Kelanjutan dari sikap

negatif ini dapat timbul sikap anti, mislanya anti kawin atau tidak mau kawin,

tidak punya gairah hidup, dan sebagainya. Sikap positif yaitu sikap optimis

mengatasi penderitaan, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan

perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya

bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah,

bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti. Misalnya sifat anti kawin paksa,

ia berjuang menentang kawin paksa, dan lain lain.

Anak-anak yang menderita

http://3.bp.blogspot.com/-OixBgK346-

M/UIy3W_siGDI/AAAAAAAAASU/00mz1PANFu8/s320/vBREAKFAST.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar