1. PERTUMBUHAN INDIVIDU
A. Pengertian individu
Individu berasal
dari kata latin individuum artinya yang tak terbagi. Jadi merupakan
suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang
paling kecil dan terbatas. Individu bukan berarti manusia sebagai suatu
keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang
terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan.
B. Pengertian pertumbuhan
Walaupun terdapat perbedaan pendapat
diantara para ahli, namun diakui bahwa pertumbuhan itu adalah suatu
perubahan yang menuju kearah yang lebih maju dan lebih dewasa. Perubahan
ini pada lazimnya disebut dengan istilah proses.
Menurut para ahli
yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada
dasarnya adalah proses asosiasi. Pada proses asosiasi yang primer adalah
bagian-bagian.
C. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
Dalam membahas pertumbuhan itu ada bermacam-macam aliran, namun pada garis besarnya dapat di golongkanmenjadi 3, yaitu:
a) Pendirian nativistik
Menurut
para ahli dari golongan ini berpendapat, bahwa pertumbuhan individu itu
semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
Para
ahli dari golongan ini menjukan sebagai kesempatan/kemiripan antara
anak dengan orangtuanya. Misalnya sang ayah mempunyai keahlian dibidang
seni lukis maka kemungkinan besar anaknya juga menjadi pelukis.
b) Pendirian empristik dan environmentalistik
Pendirian ini
berbanding terbalik dengan pendirian nativistik. Menurut pendirian ini
menolak dasar dalam pertumbuhan individu dan lebih jauh menekankan pada
lingkungan dan konsekuensinya hanya lingkunganlah yang banyak
dibicarakan. Pendirian semacam ini biasa disebut pendirian yang
enviromentalistik. Sehingga dapat dikatakan bahwa pendirian ini pada
hakikinya adalah kelanjutan dari faham emperisme.
c) Pendirian konvergensi dan interaksionisme
Kebanyakan para ahli
mengikuti pendirian konvergensi dengan modifikasi seperlunya. Suatu
modifikasi yang terkenal yang sering diangga psebagai perkembangan lebih
jauh konsepsi konvergensi yang berpandangan dinamis yang menyatakan
bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan
individu. Nampak lain dengan konsepsi konvergensi yang berpadandangan
oleh dasar (bakat) dan lingkungan.
d) Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi
Pertumbuhan individu sejak lahir sampai masa dewasa atau masa kematangan itu melalui beberapa fase sebagai berikut:
• Masa vital yaitu dari 0.0 sampai kira-kira 2.0
• Masa estetik dari umur kira-kira 2.0 tahun sampai kira-kira 7.0 tahun
• Masa intelektual dari kira-kira 7.0 tahun sampai kira-kira umur 13.0 tahun atau 14.0 tahun.
• Masa sosial kira-kira umur 13.0 tahun atau 14.0 tahun sampai kira-kira umur 20.0 tahun atau 21.0 tahun
a. Masa Vital
Pada masa vital iniindividu menggunakan fungsi-fungsi
biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya. Menurut Freud
tahun pertama dalam kehidupan individu sebagai masa oral, karna mulut
dipandang sebagai sumber kenikmatan dan ketidaknikmatan.
b. Masa estetik
Masa estetik ini dianggap sebagai masa pertumbuhan
rasa keindahan. Sebenarnya kata estetik diartikan bahwa pada masa ini
pertumbuhan anak yang terutama adalah fungsi pancaindra.
c. Masa intelektual (masa keserasian bersekolah)
Setelah anak
melewati masa goncangan yang pertama, maka proses sosialisasinya telah
berlangsung dengan lebih efektif. Sehingga menjadi matang untuk di didik
dari padamasa-masa sebelum dan sesudahnya.
Ada beberapa sifat khas pada anak-anak pada masa diantara lain:
1. Adanya kolerasi positif yang tinggi antara keadaan jasmani dengan prestasi sekolah.
2. Sikap tunduk kepada peraturan, permainan yang tradisional.
3. Adanya kecendrungan memuji diri sendiri
4. Kalau tidak dapat menyelesaikan suatu soal maka soal itu dianggap tidak penting
5. Senang
membanding-bandingkan dirinya dengan anak lain, bila hal itu
menguntungkan, dalam hal ini ada untuk meremehkan orang lain.
6. Adanya minat pada kehidupan praktis sehari-hari yang kongkit.
7. Amat realistic, ingin tau, ingin belajar.
8. Gemar membentuk kelompok sebaya, biasa untuk bermain bersama-sama.
Masa keserasian bersekolah diakhiri suatu masa pueral. Masa ini demikian
khas sehingga menarik perhatian. Sifat-sifat khas anal-anak, masa
pueral itu dapat diringkas kedalam dua hal:
1) Ditunjukan untuk berkuasa yang menimbulkan tingkah laku.
2) Tingkah
laku ekstrovers yaitu perbuatan yang berorientasi keluar dirinya, yang
dapat mendorong dirinya utuk menyasaksikan keadaan-keadaan.
d. Masa remaja
Masa
remaja adalah masa dimana banyak menarik peratian masyarakat karena
mempunyai sifat-sifat khas yang menentukan dalam kehidupan individu
dalam masyarakatnya. Pada dasarnya ini masih dirinci kedalam beberapa
masa, yaitu:
1. Masa pra-remaja
Masa ini ditandai dengan
sifat-sifat negative sehingga disebut juga masa negative. Pada masa ini
terdapat beberapa gejala yang dianggap sebagai gejala negative misalnya
tidak tenang, kurang suka bekerja kurang suka bergerak, dan non sosial.
2. Masa remaja
Sebagai
gejala pada masa ini adalah merindu puja. Dalam fase ini (masa
negative) untuk pertama kalinya remaja sadar akan kesepian yang tidak
pernah dialaminya pada masa-masa sebelumnya.
Disini mulai timbul
dalam diri remaja itu dorongan untuk mencari pedoman hidup yaitu mencari
sesuatu yang dapat dipandang bernilai, pantas dijunjung tinggi dan
dipuja-puja.
Proses terbentuknya pendirian hidup atau cita-cita hidup
itu dapat dipandang sebagai penemuan nilai-nilai hidup di dalam
eksplorasi remaja. Jadi proses penemuan nilai-nilai hidup mengalami 3
langkah:
1) Karena tiadanya pedoman hingga mereka merindukan sesuatuyang dapat dianggap bernilai.
2) Objek pemujaan itu telah menjadi lebih jelas yaitu pribadi-pribadi yang dipandangnya mendukung nilai-nilai tertentu.
3) Para remaja lebih dapat menghargai nilai-nilai lepas dari pendukungnya.
2. FUNGSI KELUARGA DAN FUNGSI KELUARGA INDIVIDU
1) Pengertian Fungsi Keluarga
Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan- pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.
2) Macam-macam Fungsi Keluarga
Pekerjaan – pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh keluarga itu dapat digolongkan/ dirinci ke dalam beberapa fungsi, yaitu:
a. Fungsi Biologis
Persiapan
perkawinan yang perlu dilakukan oleh orang-orang tua bagi anak anaknya
dapat berbentuk antara lain pengetahuan tentang kehidupan sex bagi suami
isteri, pengetahuan untuk mengurus rumah tangga bagi ang isteri, tugas
dan kewajiban bagi suami, memelihara pendidikan bagi anak-anak dan
lain-lain. Setiap manusia pada hakiaktnya terdapat semacam tuntutan
biologis bagi kelangsungan hidup keturunannya, melalui perkawinan.
b. Fungsi Pemeliharaan
Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap anggotanya dapat terlindung dari gangguan-gangguan.
c. Fungsi Ekonomi
Keluarga berusaha menyelenggarakan kebutuhan pokok manusia, yaitu:
i. Kebutuhan makan dan minum
ii. Kebutuhan pakaian untuk menutup tubuhnya
iii. Kebutuhan tempat tinggal.
Berhubungan
dengan fungsi penyelenggaraan kebutuhan pokok ini maka orang tua
diwajibkan untuk berusaha keras agar supaya setiap anggota keluarga
dapat cukup makan dan minum, cukup pakaian serta tempat tinggal.
d. Fungsi Keagamaan
Keluarga
diwajibkan untuk menjalani dan mendalami serta mengamalkan
ajaran-ajaran agama dalam pelakunya sebagai manusia yang taqwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa.
e. Fungsi Sosial
Dengan fungsi ini kebudayaan
yang diwariskan itu adalah kebudayaan yang telah dimiliki oleh generasi
tua, yaitu ayah dan ibu, diwariskan kepada anak-anaknya dalam bentuk
antara lain sopan santun, bahasa, cara bertingkah laku, ukuran tentang
baik burukna perbuatan dan lain-lain.
Dengan fungsi ini keluarga
berusaha untuk mempersiapkan anak-anaknya bekal-bekal selengkapnya
dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh
masyarakat serta mempelajari peranan-perananyang diharapkan akan mereka
jalankan keak bila dewasa. Dengan demikian terjadi apa yang disebut
dengan istilah sosialisasi.
Dalam buku Ilmu Sosial Dasar karangan
Drs. Soewaryo Wangsanegara, dikatakan bahwa fungsi-fungsi keluarga
meliputi beberapa hal sebagai berikut:
i. Pembentukan kepribadian
ii. Sebagai alat reproduksi
iii. Keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat
iv. Sebagai lembaga perkumpulan perekonomian.
v. Keluarga berfungsi sebagai pusat pengasuhan dan pendidikan
3. INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
1) PENGERTIAN INDIVIDU
Individu
berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya yang tak terbagi.
Kata Individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan
suatukesatuan yang paling kecil dan terbatas.
2) PENGERTIAN KELUARGA
Ada beberapa pandangan atau anggapan mengenai
keluarga. Menurut Sigmund Freud keluarga itu berbentuk karena adanya
perkawinan pria dan wanita. Dengan demikian keluarga merupakan
munifestasi dari pada dorongan seksual sehingga landasan keluarga itu
adalah kehidupan seksual suami istri.
Durkheim berpendapat bahwa keluarga adalah lembaga sosial sebagai hasil faktor-faktor politik, ekonomi dan lingkungan.
Ki
Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan berpendapat bahwa keluarga
adalah kumpulan beberapa orang yang karena terkait oleh satu turunan
lalu mengerti dan merasa berdiri sebagai satu gabungan yang hakiki,
esensial, enak dan berkehendak bersama-sama memperteguh gabungan itu
untuk memuliakan masing-masing anggotanya.
3) PENGERTIAN MASYARAKAT
Drs. JBAF Mayor Palok menyebut masyarakat
(Society) adalah segenap antar hubungan sosial terdiri atas banyak
sekali kolektiva-kolektiva serta kelompok da tiap-tiap kelompok terdiri
atas kelompok-kelompok lebih baik atau sub kelompok.
Kemudian
pendapat dari Prof. M. M. Djojodiguno tntang masyarakat adalah suatu
kebulatan daripada segala perkembangan dalam hidup bersama antar manusia
dengan manusia. Akhirnya Hasan Sadily berpendapat bahwa masyarakat
adalah suatu keadaan badan atau kumpulan manusia yang hidup bersama.
Jelasnya:
Masyarakat
adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan,
norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.
Dalam pertumbuhan dan perkembangan suatu masyarakat, dapat digolongkan
menjadi masyarakat sederhana dan masyarakat maju (masyarakat modern).
a. Masyarakat Sederhana
Dalam
lingkungan masyarakat sederhana (primitif) pola pembagian kerja
cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan
jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya
kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam
menghadapi tantangan-tantangan alam yang buas pada saat itu.
b. Masyarakat Maju
Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelompok
sosial atau lebih akrab dengan sebutan kelompok organisasi
kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta
tujuan tertentu yang akan dicapai.
Organisasi kemasyarakatan itu
dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan terbatas sampai pada
cakupan nasional, regional maupun internasional.
Dalam lingkungan masyarakat maju, dapat dibedakan sebagai kelompok masyarakat non industri dan masyarakat industri.
i. Masyarakat Non Industri
Secara
garis besar, kelompok nasional organisasi kemasyarakatan non industri
dapat digolongkaan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary
group) dan kelompok sekunder (secondary group).
a) Kelompok Primer
Dalam
kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih
erat, lebih akrab. Kelompok primer ini disebut juga kelompok :face to
face group:., sebab para anggota kelompok sering berdialog, bertatao
muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab. Sifat
interaksi dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih
berdasarkan simpati.
Contoh:
Keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar, kelompok agama, dan lain sebagainya.
b) Kelompok Sekunder
Antara
kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga
kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karena itu, sifat interaksi,
pembagian kerja. Pembagian kerja antar anggota kelompok diatur atas
dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif.
Para anggota
menerima pembagian kerja/pembagian tugas atas dasar kemampuan kemampuan
keahlian tertentu. Disamping dituntut dedikasi, hal-hal semacam itu
diperlukan untuk mencapai target dan tujuan yang telah di flot dalam
program-program yang telah sama-sama disepakati.
Contoh:
Partai politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi, dan sebagainya.
ii. Masyarakat Industri
Durkheim mempergunakan variasi pembagian
kerja sebagai dasar untuk mengklasifikasikan masyarakat sesuai dengan
taraf perkembangannya. Akan tetapi ia lebih cenderung mempergunakan dua
taraf klasifikasi, yaitu yang sederhana dan kompleks.
Jika pembagian
kerjabertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin
tinggi.solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan
antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan.
Otonomi sejenis juga menjadi ciri dari bagian kelompok-kelompok
masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan
kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri sampai
pada batas-batas tertentu.
Contoh:
Tukang roti, tukang sepatu,
tukang bubut, tukang las, ahli mesin, ahli listrik, dan ahli dinamo
mereka dapat bekerja secara mandiri. Dengan timbulnya spesialisasi
fungsional, makin berkurang pula ide-ide kolektif untuk diekspresikandan
dikerjakan bersama. Dengan demikian semakin kompleks pembagian kerja,
semakin banyak timbul kepribadian individu.
4. HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
A. MAKNA INDIVIDU
Manusia
adalah makhluk individu, makhluk individu berarti makhluk yang tidak
dapat dipisah-pisahkan lagi antara jiwa dan raganya. Contoh: manusia
sebagai makhluk individu bisa mengalami kegembiraan dan kecewa akan
terpaut dengan jiwa raganya. Tidak hanya dengan mata, telinga, tangan,
kemauan dan perasaan saja. Dalam kegembiraannya manusia bisa mengagumi
dan merasakan keindahan, karena ia mempunyai rasa keindahan dan estetis
dalam individu. Suatu keindahan ia kagumi dan nikmati melalui panca
indera dan perasaannya.
Untuk menjadi individu yang mandiri, harus
melalui proses. proses pertama yang dilalui adalah pergaulan di
lingkungan keluarga , karakter yang khas itu terbentuk di lingkungan
keluarga yang bertahap dan akan mengendap melalui sentuhan-sentuhan
interaksi: etika, estetika, dan moral agama. Sejak anak manusia terlahir
mereka membutuhkan proses pergaulan dengan orang-orang lain untuk
membentuk kebutuhan batiniah dan lahiriah yang membentuk dirinya.
Menurut Sigmund Freud, superego pribadi manusia mulai terbentuk ketika
berusia 5-6 tahun (W.A.Gurungan, 1980 :29).
B. MAKNA KELUARGA
Keluarga merupakan kelompok primer yang paling
pentik didalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah group dari
perhubungan laki-laki dan wanita, perhubungan ini berlangsung lama untuk
menciptakan dan membesarkan anak-anak. Keluarga yang bersifat murni
merupakan satu kesatuan social mempunyai sifat-sifat tertentu yang sama,
dimana saja dalam satuan masyarakat manusia.
5 macam sifat terpenting dalam keluarga:
1) Hubungan suami-isteri
Hubungan
ini mungkin berlangsung seumur hidup dan mungkin dalam waktu singkat
saja, ada yang berbentuk monogamy, ada pula yang berbentuk poligami.
2) Bentuk perkawinan dimana suami-istri itu diadakan dan dipelihara
Dalam
pemilihan jodoh bisa dilihat apakah calon suami-istri dipilih oleh
orangtuanya, atau diserahkan langsung kepada yang bersangkutan.
Selanjutnya perkawinan ini ada yang berbentuk indogami (kawin di dalam
golongan sendiri) atau exogami (kawin diluar golongan sendiri).
3) Susunan nama-nama termasuk dan istilah-istilah termasuk menghitung jumlah keturunan
4) Milik atau harga benda keluarga
Dimanapun keluarga itu berada pasti mempunyai milik untuk kelangsungan hidup para anggota-anggotanya
5) Pada umumnya keluarga itu tempat bersama
C. MAKNA MASYARAKAT
Ada beberapa definisi mengenai masyarakat seperti misalnya:
• R.
Linton: masyarakat adalah sekelompok manusia yang telah lama tinggal
dan bekerja sama, sehingga mereka dapat mengorganisasikan dirinya dan
berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan social dengan batas-batas
tertentu.
• M.J. Herkovist: masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu
• J.P
Gillin dan J.L. Gillin : masyarakat adalah kelompok manusia yang
terbesar yang mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan
yang sama. Masyarakat itu meliputi pengelompokan-pengelompokan yang
lebih kecil.
• S.R. Steinmetz : kelompok manusia yang terbesar yang
meliputi pengelompokkan-pengelompokkan manusia yang lebih kecil, dan
mempunyai perhubungan erat dan teratur.
• Hasan Shadily : golongan
besar atau kecil dari beberapa manusia, dengan atau karena sendirinya,
bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruh kebatinan satu sama
lain.
Mengingat definisi-definisi masyarakat diatas, maka dapat
disimpulkan bahwa masyarakat harus memiliki syarat-syarat sebagai
berikut:
Harus ada pengumpulan manusia, bukan binatang, dan harus banyak
Telah bertempat tinggal yang lama dalam suatu daerah tertentu.
Adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.
Menurut Ellwood, factor-faktor yang menyebabkan manusia hidup bersama ialah:
a. Dorongan untuk mencari makan, untuk mencari makan akan terasa lebih mudah bila dilakukan bersama-sama.
b. Dorongan untuk mempertahankan diri.
c. Dorongan untuk melangsungkan jenis.
Manusia dalam bentuk manapun tersusun dalam kelompok-kelompok. Fakta
ini menunjukan manusiamempunyai social akan pembawaan kemasyarakatan (
sejumlah sifat-sifat dapat berkembang dalam pergaulan dengan sesamanya)
seperti hasrat bergaul dan sebagainya.
Suatu himpunan manusia supaya merupakan kelompok social harus memenuhi syarat-syarat, antara lain:
Setiap anggotanya harus sadar bahwa ia adalah bagian dari kelompoknya.
Ada hubungan timbale balik antara naggota-anggotanya
Ada
suatu faktor yang dimiliki bersama, seperti nasib yang sama,
kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi yang sama dan
sebagainya.
Kurang lebih 81,2% dari wilayah Indonesia bertempay
yinggal di desa. Partisipasi masyarakat pedesaan amat diperlukan bagi
pembangunan dan sekaligus akan meningkatkan penghidupanmasyarakat
dipedesaan.
Setiap Program Pembangunan di desa dimaksudkan untuk
membantu dan memacu masyarakat desa membangun berbagai sarana dan
prasarana desa yang diperlukan. Sebelum berbincang mengenai fungsi dan
peranan desa, perlu diketahui dahulu arti desa itu sendiri.
Sebenarnya
desa itu adalah suatu hasil perpaduan antara kegiatan sekelompok
manusia dengan lingkungannya. Hasil dari perpaduan itu ialah wujud atau
kenampakan di muka bumi yang ditimbulkan oleh unsure-unsur fisiografi,
sosial ekonomi, politik dan cultural yang saling berinteraksiantar
unsure tersebut dan juga antar daerah lain.
Mendasarkan diri pada
tingkat pendidikan dan tingkat teknologi penduduknya masih tergolong
belum berkembang maka kenampakannya adalah sebagai wilayah yang tidak
luas, dengan corak kehidupan yang sifatnya agraris dengan kehidupan yang
sederhana. Jumlah penduduknya tidak besar dan wilayah ini relatif jauh
dari kota. Wilayah ini pada umumnya terdiri dari pemukiman penduduk,
pekarangan dan pesawahan. Jaringan jalan belum begitu padat dan sarana
transportasi sangat langka.
Kemajuan Negara dan kehidupan modern
telah banyak pula menyentuh daerah atau wilayah pedesaan, sehingga wujud
desah sudah menunjukan banyak perubahan.
Unsur-Unsur Desa
a. Daerah, dalam arti tanah-tanah yang produktif
dan yang tidak, beserta penggunaanya, termasuk juga unsur lokasi, luas
dan batas yang merupakan lingkungan geografis setempat.
b. Penduduk, adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran dan mata pencaharian penduduk desa setempat.
c. Tata
kehidupan, dalam hal ini pola pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan
warga desa. Jadi menyangkut seluk-beluk kehidupan masyarakat desa.
Corak kehidupan di desa didasarkan pada ikatan kekeluargaan yang erat.
Masyarakat merupakan suatu “gemeinshaft” yang memiliki unsur gotong
royong yang kuat. Hal ini dapat dimengerti karena penduduk desa
merupakan “face group” dimana mereka saling mengenal betul seolah mereka
mengenal diri sendiri.
Faktor lingkungan geografis memberi pengaruh juga terhadap kegotongroyongan ini, misalnya:
o Faktor topografi setempat yang memberikan suatu ajang hidup dan suatu bentuk adaptasi kepada penduduk.
o Factor iklim yang dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif terhadap penduduk terutama petani-petaninya.
o Factor bencana alam seperti letusan gunung, gempa bumi, banjir yang harus dihadapi dan dialami bersama.
Fungsi desa
Pertama dalam hubungannya dengan kota, maka desa yang
merupakan “hinterland” atau daerah dukung berfungsi sebagai suatu daerah
pemberian bahan makanan pokok seperti padi, jagung, ketela, dan
sebagainya serta bahan makanan yang berasal dari hewan ternak.
Kedua, desa ditinjau dari sudut potensi ekonomi berfungsi sebagai lumbung bahan mentahdan tenaga kerja yang tidak kecil artinya.
Ketiga, dari segi kegiatan kerja desa dapat merupakan desa agraris, desa manufaktur, desa industri, desa nelayan dan sebagainya.
Perkembangan
teknologi pada masyarakat desa terjadi sangat lamban, semua berjalan
sangat tradisional barang-barang produksinya adalah barang pertanian
maupun barang kerajinan, yang semuanya tersebut dikerjakan secara
tradisional
Dari uraian di atas, maka secara singkat cirri-ciri masyarakat pedesaan
di Indonesia pada umumnya dapat disimpulkan sebagai berikut.
a. Homogenitas sosial
Masyarakat
desa terdiri dari satu atau beberapa kekerabatan saja, sehingga pola
hidup tingkah laku maupun kebudayaan sama/homogeny.
b. Hubungan Primer
Pada masyarakat desa hubungan kekeluargaan dilakukan secara musyawarah.
c. Kontrol sosial yang Ketat
Setiap anggota masyarakat saling mengetahui masalah yang dihadapi anggota lain
d. Gotong royong
Nilai-nilai gotong royongpada masyarakat pedesaan tumbuh dengan subur dan membudaya.
e. Ikatan sosial
Setiap anggota masyarakat desa diikat dengan nilai-nilai adat dan kebudayaan secara ketat.
f. Magis religius
Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa bagi masyarakat desa sangat mendalam.
g. Pola Kehidupan
Masyarakat desa bermata pencaharian di bidang agraris, baik pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.
5. URBANISASI DAN URBANISME
Urbanisasi adalah suatu proses
berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dilakukan bahwa
urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. Proses
urbanisasi boleh dikatakan terjadi diseluruh dunia, baik pada
negara-negara yang sudah maju industrinya maupun yang secara relatif
belum memiliki industri.
Proses urbanisasi dapat terjadi dengan
lambat maupun cepat, hal mana tergantung daripada keadaan masyarakat
yang bersangkutan. Proses tersebut terjadi dengan masyarakat dua aspek,
yaitu:
- Perubahannya masyarakat desa menjadi masyarakat kota.
- Bertambahnya
penduduk kota yang disebabkan oleh mengalirnya penduduk yang berasal
dari desa-desa karena tertarik keadaan di kota.
Sebab-sebab terjadinya urbanisasi:
1) Daerah yang termasuk menjadi pusat strategis sekali untuk usaha-usaha (seperti contohnya Jakarta).
2) Tempat
tersebut letaknya sangat strategis sekali untuk usaha-usaha
pedagangan/perniagaan. Seperti misalnya sebuah kota pelabuhan atau
sebuah kota yang letaknya dekat pada sumber-sumber bahan-bahan mentah.
3) Timbulnya industri di daerah itu, yang memproduksikan barang-barang maupun jasa-jasa.
Deskripsi :
1. PERTUMBUHAN INDIVIDU
A. Pengertian individu
Individu berasal
dari kata latin individuum artinya yang tak terbagi. Jadi merupakan
suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang
paling kecil dan terbatas.
B. Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih maju dan lebih dewasa. Perubahan bisa disebut dengan proses.
C. Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan
Faktor - faktor yang mempengaruhi pertumbuhn terbagi menjadi 3 bagian yaitu :
1) Pendirian Nativistik
Pendirian Nativistik adalah pendirian yang faktor - faktor yang dibawa sejak lahir seperti kemiripan anak dengan orang tuanya.
2) Pendirian empristik dan environmentalistik
pertumbuhan individu dan lebih jauh menekankan pada lingkungan dan konsekuensinya hanya lingkunganlah yang banyak dibicarakan.
3) Pendirian konvergensi dan interaksionisme
perkembangan lebih jauh konsepsi konvergensi yang berpandangan dinamis
yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat
menentukan pertumbuhan individu.
4) Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi
Pertumbuhan individu sejak lahir sampai masa dewasa atau masa kematangan itu melalui beberapa fase sebagai berikut:
• Masa vital yaitu dari 0.0 sampai kira-kira 2.0
• Masa estetik dari umur kira-kira 2.0 tahun sampai kira-kira 7.0 tahun
• Masa intelektual dari kira-kira 7.0 tahun sampai kira-kira umur 13.0 tahun atau 14.0 tahun.
• Masa sosial kira-kira umur 13.0 tahun atau 14.0 tahun sampai kira-kira umur 20.0 tahun atau 21.0 tahun.
2. FUNGSI KELUARGA DAN FUNGSI KELUARGA INDIVIDU
1) Pengertian Fungsi Keluarga
Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan- pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.
2) Macam-macam Fungsi Keluarga
a) Fungsi Biologis
Persiapan perkawinan yang perlu dilakukan oleh orang-orang tua bagi anak anaknya.
b) Fungsi Pemeliharaan
Keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap anggotanya dapat terlindung dari gangguan-gangguan.
c) Fungsi Ekonomi
Keluarga berusaha menyelenggarakan kebutuhan pokok manusia, yaitu:
i. Kebutuhan makan dan minum
ii. Kebutuhan pakaian untuk menutup tubuhnya
iii. Kebutuhan tempat tinggal.
3. INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
1) PENGERTIAN INDIVIDU
Individu
berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya yang tak terbagi.
Kata Individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan
suatukesatuan yang paling kecil dan terbatas.
2) PENGERTIAN KELUARGA
Keluarga merupakan munifestasi dari pada dorongan seksual sehingga landasan keluarga itu adalah kehidupan seksual suami istri.
3) PENGERTIAN MASYARAKAT
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan
kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam
lingkungannya.
4. HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
A. MAKNA INDIVIDU
Manusia adalah makhluk individu, makhluk individu berarti makhluk yang
tidak dapat dipisah-pisahkan lagi antara jiwa dan raganya. Contoh:
manusia sebagai makhluk individu bisa mengalami kegembiraan dan kecewa
akan terpaut dengan jiwa raganya.
B. MAKNA KELUARGA
Keluarga merupakan kelompok primer yang paling
pentik didalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah group dari
perhubungan laki-laki dan wanita, perhubungan ini berlangsung lama untuk
menciptakan dan membesarkan anak-anak.
C. MAKNA MASYARAKAT
Masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar yang mempunyai
kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama. Masyarakat
itu meliputi pengelompokan-pengelompokan yang lebih kecil.
5. URBANISASI DAN URBANISME
Urbanisasi adalah suatu proses
berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dilakukan bahwa
urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan.
Sebab sebab urbanisasi :
1) Daerah yang termasuk menjadi pusat strategis sekali untuk usaha-usaha (seperti contohnya Jakarta).
2) Tempat
tersebut letaknya sangat strategis sekali untuk usaha-usaha
pedagangan/perniagaan. Seperti misalnya sebuah kota pelabuhan atau
sebuah kota yang letaknya dekat pada sumber-sumber bahan-bahan mentah.
3) Timbulnya industri di daerah itu, yang memproduksikan barang-barang maupun jasa-jasa.
PENGALAMAN
v Keadaan Jasmani mendukung prestasi
sekolah.
Hal
Pengalaman yang saya miliki sewaktu duduk di Sekolah Dasar (SD) saya sangat
menyenangi music dan olahraga dan sampai saat ini pun saya masih sering untuk
bermain music dan olahraga. Alat music yang saya senangi ialah gitar karena
suaranya indah dan bisa dikatakan juga gitar adalah alat music paling romantic.
Sementara itu dibidang olahraga yang saya senangi adalah hiking atau bermain
bola kasti. Tetapi dari kedua olahraga yang saya senangi yang paling beresiko
tinggi adalah hiking, karena sebelum mendaki gunung kita harus sering sering
berolahraga dan mempunyai alat alat untuk hiking. Selain itu karena dengan
melakukan olahraga dan bermain music membuat saya menjadi semangat dan sehat, pemikiran
pun akan lebih jernih dan akan mucul ide ide kreatif.
v Adanya kecenderungan memuji diri
sendiri.
Dulu
saya pernah merasa seperti ini. Waktu duduk di bangku SMP, sewaktu itu saya
kelas 8 semester 1 saya pernah
mendapatkan nilai yang kurang bagus, sehingga saya di olok olok oleh teman saya
karena nilai saya yang kurang bagus. Saya sadar dan pada akhirnya saya terus
belajar dan setelah semester 2 selesai saya mendaptkan peringkat 2 dari 36
siswa. Hal itu yang mebuat saya untuk memuji diri saya sendiri agar lebih baik
lagi.
v Realistic, Ingin tau, Ingin belajar
Pengalaman
ini sering mucul dalam diri saya saat sedang berlatih menggambar yang baik.
Awalnya saya tidak bisa menggambar, tetapi dengan rasa ke ingin tahuan saya
untuk lebih mempelajari teknik menggambar dengan baik dengan cara bertanya
dengan teman teman saya yang sudah lebih unggul dalam menggambar, atau melihat
di youtube, tapi lebih sering saya melihat contoh contoh gambar di instagram.
Kemampuan menggambar saya sekarang mulai meningkat, tetapi saya tidak boleh
cepat puas saya harus lebih banyak belajar lagi tentang teknik atau cara cara
menggambar dengan baik.
v Gemar membentuk kelompok sebaya.
Gemar
membentuk kelompok sebaya sewaktu kecil SD sampai SMA. Saya senang membentuk
kelompok sebaya agara lebih mudah mempelejari pelajaran disekolah, jadi kita
bisa sharing tentang pelajaran yang kita telah pelajari disekolah. Selain itu
tidak hanya belajar bersama kita juga sering bermain bersama, refreshing agar
tidak terlalu jenuh juga dengan kesibukan sekolah. Tidak hanya bermain kita
juga menjadi kenal satu sama lain dan bisa menjalin hubungan sillatuhrahmi
antara kawan.
v Fungsi keluarga pemeliharaan
Orang
tua saya sering menasehati saya untuk tidak bermalas malsan, karena bermalas
malasan itu bisa membuat kita hilang arah, tujuan hidup. Karena kita hanya
bermalas malasan tidak melakukan kegiatan yang mebuat diri kita berguna di
masyarakat sekitar.